Jumat, 25 Mei 2012

Surat untuk Fitri

Dear Fitri,
Pegawai magang toko Visi di salah satu mall di kota Bandung.

Bermula dari pertemuan pertama di toko Visi tadi malam, ketika aku dan sahabatku sedang berjalan menyusuri rak buku untuk mencari 4 buah buku yang akan menjadi hadiah dalam acara persekutuan alumni salah satu organisasi di kampus kami. Aku bertanya padamu tentang harga sebuah pembatas Alkitab, dan kau menjawabnya penuh dengan senyuman.

Kemudian aku dan temanku menemukan 2 buah buku ang berisi kata-kata pembangkit semangat, aneh ya, terkadang banyak kata pembangkit semangat yang dapat kita temukan dalam kehidupan kita, tapi tetap saja kita lebih suka membacanya dari sebuah buku yang hanyalah benda mati.

Lalu Fit, aku mulai memperhatikanmu.. Caramu melayani pelanggan. Tubuhmu mungil dan sedikit berisi, tapi dengan cepat kau melayani kami, dan yang paling aku ingat adalah eyeliner di matamu, yang membuat mata bulatmu semakin rupawan, tidak, satu hal yang paling aku ingat adalah senyuman yang tersungging lebar padahal keringat bercucuran dan minyak sudah membuat wajahmu terlihat lusuh.

Kemudian, aku dan sahabatku menemukan buku lainnya untuk jaga-jaga buku yang kau cari tak ketemu. Yah, benar saja sudah tak ada stok lagi, tinggal kedua buku itu saja. Lalu, kami meminta mu mencari kembali 2 buku baru yang kami jadikan penggantinya. Kami memang butuh 4 buku Fit. Lalu, kau bilang pada kami "Tunggu sebentar ya kakak ya, saya carikan, tapi saya mau cari dus dulu untuk membungkus ini.. sebentar kakak ya.. :)"
Dengan senyum selebar itu siapa yang tak mau bertahan dan melihat usaha seperti itu siapa yang tak mau memuji?

Fit, aku Ninta, kita kenalan tanpa memberikan nama.
Aku sudah mendengar banyak cerita darimu. Tentang kamu yang sudah mencapai semester akhir di perkuliahanmu, tentang keluargamu, tentang pekerjaanmu, walaupun sepintas. Tapi kita tak saling memberikan nama. Tapi, sadarkah kau ketika aku berbincang denganmu, aku memperhatikan badge pegawaimu, dan namamu adalah Fitri. Suatu saat nanti, kalau kita berjumpa aku janji aku akan memanggilmu, hanya saja ingatlah aku. Karena memori orang lain kadang tak sebagus memoriku sehingga aku terlupakan. Kadang aku pun begitu, tapi aku akan berusaha untuk terus mengingatmu.

Hidupmu, senyummu, dipakai luar biasa oleh Tuhan untuk memberkati setiap pelanggan. Tuhan berkati. :)

Jumat, 18 Mei 2012

Kak, aku sudah besar part2 (mimpi)

Dear kakak,
Kak.. aku sudah besar dan aku sudah lega dan senang dapat memberitau kamu keadaan hatiku saat aku SMP dulu.

Kakak yang sudah sekian lama tak bertemu akhirnya desember lalu kita bertemu lagi, dan entah kenapa semalam aku memimpikanmu.

Kak, sudah ada orang dihatiku saat ini, tapi kenapa karena mimpi semalam aku merasa terganggu?
Ya. Di dalam mimpiku tiba-tiba saja kau masuk dan kita kembali saling mengungkapkan perasaan.
Begini ceritanya kak..

Waktu di mimpi itu, aku sedang mengantarkan kepergianmu di sebuah bandara. Lalu, sebelum kamu masuk ke ruang tunggu aku mau menghubungi kamu lagi dari luar, aku melambaikan tanganku padamu, kau pun melambai, namun entah kenapa tiba-tiba kau berlari ke luar dan menghampiriku. Kau mengajakku duduk disebuah tempat dan sepertinya kau sedikit marah. Kau bilang " kamu tau gak, kamu tu 3 hari aku disini bbm melulu.. nanya aku lagi ngapain lah, isenglah, ketawa-ketawa lah.. sekarang juga gitu. kenapa sih? " dan entah bagaimana caranya kita akhirnya saling mengungkapkan perasaan kembali. Inti yang aku ingat tiba-tiba kau merasakan rasa  itu padaku. Lalu, kau mulai gelisah akan kehadiranku. Setelah itu kita berjalan bersama saling tertawa karena merasakan kekonyolan ungkapan hati itu. Tapi, tiba-tiba aku gak sengaja menyentuh jemarimu, karena terlalu semangat berjalan, "eh, maaf" kataku sambil tertawa. Lalu kau menangkap jemariku, dan kau bilang "hari ini saja.." Lalu aku tertawa " hahaha.. munafik nii.. hahaha.. ternyata.." kau jawab "dari kemarin aku sudah munafik sama perasaanku.." sambil ternsenyum. Ya, secara tidak langsung kau mengungkapkannya, lalu entah bagaimana akhirnya kita terus bergandengan tangan. sampai akhirnya kau harus kembali ke luar negri, dan kita berpisah. Ya, aku dan kau kembali berpisah dengan sebuah komitmen yang mau kita jalani. Sempat terucap ketika itu kau bilang "sebenarnya sudah lama merasakannya, hanya saja aku masih takut membangun komitmen itu lagi.." dan kita tertawa menapaki jalan kembali menuju bandara.

Kak, tiba-tiba ketika kau pergi aku terbangun.
Entah kenapa aku gak rela kalau ini hanya mimpi.. Kak, apa yang terjadi?
Benarkah itu? Atau bisakah itu menjadi sebuah kebenaran?

Kak.. Aku sudah besar, sudah ada orang lain di hatiku sekarang. Kenapa mimpi itu datang menggangguku setelah beberapa bulan kita tak bertemu, beberapa bulan setelah kita menjadi akrab karena surat cinta itu, dan kenapa kita harus kembali bertemu di dalam mimpi. 

Kamis, 17 Mei 2012

Layang-layang

Sore ini begitu indah. Makasi Tuhan kalau aku masih bisa menikmati bau rumput ketika terkena hujan. Makasi kalo aku masih bisa melihat matahari ngintip-ngintip malu abis berderai air mata langit itu. Makasi kalo aku masih bisa menyapa langit sore yang penuh dengan warna oranye, capung beterbangan dimana-mana, dan melihat layangan saling berkejaran.

Tuhan, hari ini begitu banyak penguatan yang Tuhan kasi lewat berbagai hal yang aku alami.
Mulai dari kata-kata "Well done" sampai kembali lagi ke kata-kata "Engkau berharga dimataKu, kau bernilai bagiKu" kembali aku tertegun akan kasihMu padaku, siapa aku Tuhan?

Tuhan, sedikit bercerita tentang apa yang ku rasakan di malam yang penuh dengan hawa dingin ini, hatiku terlalu membara membawa suatu fakta yang entah kenapa membuat aku berduka.

11.37 am

Lagi-lagi masih tentang dia, iya Tuhan, dia. Yang masih ada di hatiku.
Tuhan, aku masih mendoakannya, munafiknya aku masih mengharapkannya. Lalu, apa aku salah. Tidak, iya.. tidak. Ingat lagi pada ketulusan. Tidak berharap, berbaliklah pada kiblat ketulusan.
Tuhan, hari ini aku mengapa begini?
Aku banyak bercerita pada seseorang hingga orang itu mengungkapkan ketika dia berjalan bersama seseorang yang tak ku duga jika kejadiannya akan seperti itu.

Benarkah itu hanya teman? karena aku mendengar kalimat yang ah.. cukup menghancurkan.
Terjun bebas ke dalam kesedihan itu rasanya membuat air mata yang tak mau berlinang terpaksa dialirkan hingga ke pipi.
Benarkah aku masih kuat untuk menunggu hingga akhir dari komitmen kata "doa" ?

Tuhan, asal jangan biarkan aku jatuh dalam kegalauan terlalu lama, asal jangan Kau lepas penghiburan dariMu, asal jangan hilang harapanku padaMu.

Teringat akan layang-layang sore tadi, begitu bebas. Bersamanya menatap bersamaan, ketika aku melihat layangan sore, ia menatapku. Lalu, mataku pergi mengalihkan, teringat akan kata-katanya saat itu "jika kamu mencintai seseorang, ibarat layangan yang kencang anginnya, jangan hanya pakai senar, kalau bisa ikat talinya pakai tambang, supaya gak lepas.."
Entah kau ingat kata-kata itu atau tidak, ketika masa itu. Hei, aku masih ingat.

selamat malam, layang-layang sore tak dapat ku lihat lagi. Malamku kali ini berkabut. Entah besok bisa melihat layangan lagi bersamamu atau tidak. Tuhan, titip dia, dalam setiap lakunya, Kau yang berperkara, termasuk untuk hatinya, aku sayang dia.

#Senjadisorehariyangtaksempatdikirim

Minggu, 13 Mei 2012

Maaf Mei, aku (masih) jatuh cinta

Mei, maafkan aku
Tak banyak yang bisa ku ceritakan saat ini
Mei, maafkan aku
Begitu banyak perkara yang lebih baik aku ceritakan pada Tuhanku
Mei, maafkan aku
Aku begitu mencintainya, aku hanya bisa menjalaninya dan terus mendoakannya, bukan mengharapkannya
Karena itu suatu kemustahilan
Sehingga aku tak dapat menuliskannya
Walaupun aku masih menyimpan keyakinan, tak ada yang tak mungkin
Hanya berharap saja yang terbaik
Mei, maafkan aku
Aku tak bisa banyak bercerita, Tuhanku terlalu banyak bercerita padaku
Saking takjubnya aku tak mampu berkata-kata
Hanya ada dalam nurani
Mei, maukah kau sabar menunggu?
Aku akan menuliskan kembali cintaku
Aku akan menuliskan kembali semangatku
Aku akan menuliskan lagi kisah kasih antar manusia
Mei, aku masih jatuh cinta..